PELATIHAN JURNALISTIK

PRODUKTIF DENGAN MELEK LITERASI

Ika Al Mumtahanah

 



     Menjadi kader yang produktif di era digital seperti saat ini, dibutuhkan kemampuan literasi yang mumpuni. PC Fatayat NU Tulungagung, dalam rangka memperingati Harlah Fatayat NU yang ke-71, mempunyai beberapa rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan Pelatihan Jurnalistik Kelas Menulis (Literasi). 

    Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 4 April 2021 bertempat di  Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung yang dibuka langsung oleh Ketua PC Fatayat NU Tulungagung,  sahabat Dr. Siti Kusnul Khotimah, S.HI, M.Pd.I. Pada sambutannya sebelum membuka acara, beliau menjelaskan bahwa pelatihan ini diadakan dalam rangka membekali kader-kader Fatayat NU dengan kemampuan literasi untuk bisa lebih produktif dalam menghasilkan karya tulisan. Selain itu Mbak Kusnul (demikian beliau akrab disapa) juga menyampaikan bahwa PC Fatayat NU Tulungagung akan segera melaunching website sendiri. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru dari Fatayat NU yang akan menjadi kontributor dalam mengisi website PC Fatayat NU Tulungagung.

    Nara sumber yang dihadirkan dalam pelatihan tersebut ada dua. Nara sumber pertama adalah Bapak Dr. H. Ngainun Naim, M.HI. Beliau adalah seorang penulis nasional yang telah melahirkan puluhan buku dan ratusan artikel. Beliau adalah seorang dosen di IAIN Tulungagung yang sekaligus menjabat sebagai Ketua LP2M IAIN Tulungagung. Nara sumber yang kedua adalah Bapak  Moh. Anshori, M.Pd.I. Beliau juga seorang penulis aktif yang sekaligus juga seorang Blogger dan Youtuber. Saai ini, beliau menjabat sebagai wakil sekretaris PCNU Kabupaten Tulungagung. Kedua nara sumber yang dihadirkan sudah tidak diragukan lagi kemampuan dan kiprahnya dalam dunia Literasi.

    Pada sesi pertama, moderator memberikan kesempatan kepada Bapak Dr. H. Ngainun Naim, M.HI untuk menyampaikan materinya. Materi yang disampaikan beliau, lebih concern pada materi tentang menulis. Pak Naim (sapaan akrab beliau) menyampaikan materi menulis dengan apik, terasa ringan dan mengalir. Beliau mengistilahkan penyampaian materinya sebagai "Nggedabrus". Nggedabrusnya Pak Naim benar-benar mampu memantik jiwa-jiwa peserta pelatihan tersebut untuk segera memulai menulis. Antusias peserta juga terlihat pada sesi tanya jawab. Banyak peserta yang rise hand sebagai tanda ada hal yang ingin ditanyakan. Namun, keterbatasan waktu membuat hanya tiga penanya yang diberi kesempatan oleh moderator.

    Pada sesi kedua, moderator memberikan kesempatan kepada Bapak Moh. Anshori, M.Pd.I untuk menyampaikan materinya. Materi yang disampaikan beliau lebih fokus pada materi tentang bagaimana menggunakan media sosial khususnya Blog dan Youtube sebagai media dakwah yang juga mampu memberikan kontribusi materi untuk organisasi. Peserta diajak langsung untuk praktik membuat blog dan bagaimana mengelola blog agar lebih hidup. Di akhir materi, beliau juga menyampaikan beberapa tip dan trik bagaimana agar channel youtube kita bisa dimonetisasi.

    Rencana Tindak Lanjut (RTL) menjadi akhir sesi pelatihan. Ketua panitia pelatihan, sahabat Naimatus Salimah, M.Pd.I memimpin langsung sesi RTL tersebut dan menghasilkan dua rumusan RTL. Pertama, peserta harus membuat tulisan laporan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Kelas Menulis (Literasi) dan mengunggah di Blog masing-masing serta mengirimkan link nya pada WAG pelatihan. Kedua, peserta diwajibkan menulis lima halaman A4 dengan tema "Pengalaman Berkiprah di Fatayat NU", dan mengirimkan ke panitia paling lambat tanggal 10 April 2021 untuk nantinya dicetak menjadi buku antologi, karya sahabat-sahabat Fatayat NU Tulungagung. 




Komentar

  1. Perjalanan 1000 Km, mesti dilalui dari angka 0 (nol).
    Mantap dan selamat selamat selamat 🎉🎉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih motivasinya, Pak.
      Siap Belajar... Belajar... dan Belajar🙏

      Hapus
  2. Mantab sahabat,,,sangat menginspirasi🤗

    BalasHapus
  3. Mantap jiwa.. Semangat berkarya

    BalasHapus
  4. luar biasa mbak ika, awal yang menjanjikan, lanjutkan

    BalasHapus

Posting Komentar